Swinging Mind

Waiting for My “Time Zone”

Pasti udah sering banget denger atau baca quotes “Setiap orang punya waktunya masing-masing”. Yep! I know, everyone has their own ‘time zone’.

Dan, saat ini saya lagi di posisi itu. Nunggu “time zone” untuk suatu hal. Sempet bertanya-tanya, kenapa kaya gini? kenapa kaya gitu? harus gimana? dan blah blah blah. Lelah? lumayan. Merasa udah usaha dan doa, tapi masih belum dikasih kesempatan sama Allah.

Sempet gak bisa positive thinking lagi. Bawannya suudzon terus, ngeluh terus, ngedumel terus. Yang ada dipikiran pasti aja WHYY OH WHYYY. WHYY OH GOD WHYYY. AM I DOIN’ WRONG OR WHUT?!  hehe.

Ya balik lagi, mau segimana ngeluhnya kita, ngedumel yang jelek-jelek, suudzon sama Allah, pasti gak akan nyelesein semuanya. Malah jadi makin ruwet karena gak nemu rasa tenang.

Makanya, saya selalu yakinin diri sendiri kalo everyone has their timing. time zone. yes. exactly. And, I believe it.

Mau curhat ke siapapun, pasti wejangannya “usaha, doa, sabar, repeat”

Kuncinya emang ada di diri kita sendiri dan Allah. Coba kencengin lagi usaha dan doa nya supaya lancar. Sabarnya juga jangan lupa. Saya juga masih harus belajar hal ini sampai sekarang. Jadi, buat temen-temen yang masih belum dapet time zone-nya masing-masing, coba sering main di amazone, time zone, fun world atau sejenisnya supaya lebih fresh. lol. apasih. Yah, intinya sing sabar, sing sabar, sing sabar. Hasil gak akan mengkhianati usaha. Dan, semoga kita semua dikasih hasil yang terbaik yang nentunya menurut Allah, ya! 🙂

Berlin is an hour ahead of London, but it doesn’t mean that London is slow, and it doesn’t mean that Berlin is faster than London. Both countries are working based on their own “Time Zone”

Someone graduated at the age of 22, yet waited a year before securing a job; and there is another who graduated at the age of 27 and secured employment just after national service. Everyone is working in their “Time Zone ”

Someone became CEO at the age of 25 while another became a CEO at the age of 50 and lived to 90 years.

Everyone worked based on their ‘Time Zone’. Some people have everything that work fast for them. Work in your “Time Zone” and pray for God’s direction.

Colleagues, friends, associates, younger one(s) might “seem” to go ahead of you. Don’t envy them, it’s their ‘Time Zone.’.

Mine is coming soon. Yours is coming soon too! Hold on, be strong. Allah is with us 🙂

Cheers, A!

Standard
Swinging Mind

Bahas Korea : Variety Show yang Dikemas Ciamik!

“Dih apaan sih korea-korea mulu yang dibahas”

Dulu saya termasuk orang yang ngomong gitu kalo temen udah mulai bahas drama korea, Kpop, variety show etc etc etc. Bahas idol yang cantik ganteng dan lainnya. Sedangkan, saya mikirnya kecantikan dan kegantengan itu fake. Berhubung Korea Selatan terkenal dengan operasi plastiknya, jadi saya bener-bener udah jadi bagian dari orang yang punya stigma : kalo cantik dan gantengnya orang Korea kebanyakan gak asli. That’s why I didn’t like all about south korea.

Tapi, ternyata jeng…jeng…jeng… sekitar awal kuliah saya dicekokin sama temen soal variety show korea dan dia ngejelasin budaya operasi plastik di Korea Selatan, yang pelan-pelan ngebuat saya jadi makin tertarik sama Korea Selatan. Di sana oplas emang udah jadi budaya, klinik-klinik oplas udah punya sertifikasi aman dan banyak pula dokter-dokter hebat yang nanganin oplasnya. Tapi, semakin saya dikasih tau temen, saya semakin sadar juga, yaudah lah ya urusan oplas itu ya hak mereka, suka-suka mereka. Kita juga gabisa judge kaya diri ini udah bener aja hehe.

Awalnya, temen saya cekokin Running Man. Pasti sebagian besar orang Indonesia juga tau ya variety show yang hits ini. Pertama kali nonton, saya langsung ketawa sampe nangis. Asli menghibur banget. Saya nemu tontonan yang bisa bikin saya sebahagia itu (lebay), tapi serius deh ga bisa berhenti ketawa. Mulai dari situlah saya semakin kepo soal variety show dan dramanya, belum menjurus ke Kpop karena (lagi-lagi) saya merasa cowok kok cantik, cewek kok so sexy dance-nya, mukanya oplas banget dan blah blah blah.

Karena sambil nunggu episode-episode lanjutan dari Running Man, saya kepo sama variety show The Return Superman dan Infinity Challenge. Dari variety show ini saya dapet pesan moral, variety show gak cuma buat haha hihi gak jelas. The Return Superman konsepnya variety show keluarga, jadi aktor atau penyanyi laki-laki korea selatan diminta jadi ibu sekaligus ayah buat anaknya (Iya, ini khusus aktor yang udah berkeluarga). Mulai dari bikin sarapan, mandiin, ngelakuin aktivitas sehari-hari bareng anaknya, sampai liburan bareng tanpa ibunya. Seru! apalagi liat anak-anaknya lucu gemesin. Seneng liat seorang bapak harus ngelakuin hal-hal yang biasa dikerjain sama istrinya, jadi bahan buat belajar juga. Variety show ini juga dikenal sebagai variety show parenting.

Lain lagi sama Infinity Challenge, selain menghibur karena cast-nya humoris semua, variety show ini juga ngasih informasi berguna buat penontonnya. Saya sempet bingung konsepnya, pokoknya para cast-nya dikasih tantangan terus di tiap episode. Salah satu yang saya suka, episode saat para cast dikasih tantangan untuk ngebuat lagu rap yang liriknya tentang sejarah Korea Selatan. Para cast dibagi ke beberapa grup bareng guest, nah guestnya ini penyanyi-penyanyi rap ternama di Korea Selatan. Sebelum mereka bikin lagu, mereka belajar bareng sama satu guru sejarah tentang awal mula kerajaan Korea Selatan berkembang. Keren sih! Soalnya kita juga sebagai penonton jadi ikutan merhatiin dan belajar soal sejarahnya, ada berapa dinasti, gimana perangnya terjadi, tahun berapa merdeka dan gimana prosesnya, etc etc.

Dan sekarang saya suka variety show 1 Night 2 Days (1N2D). Kalo ini konsepnya lain lagi, konsep 1N2D lebih ke liburan atau perjalanan dengan misi memperkenalkan budaya, tempat, dan makanan di Korea Selatan. Nonton 1N2D gak bikin bosen karena para cast bener-bener asik dan kocak semua. Variety show ini semacam mempromosikan keindahan Korea Selatan juga. Jadi, di setiap episodenya itu para cast pergi ke suatu tempat, entah itu pedesaan, tempat wisata, etc etc. Nah, di tempat itu mereka dikasih permainan, mulai dari “lunch game” sampai “dinner game”. Permainannya ini nih yang bikin ngakak karena unik-unik. Kadang juga warga sekitar ikut terlibat main di permainan itu, mulai dari anak kecil, remaja, ibu-bapak, bahkan sampai kakek-nenek.

Sebenernya masih ada beberapa variety show yang gak cuma modal haha hihi aja, kaya Law of The Jungle, King of Masked Singer, Radio Star, dan lain-lain.

Yang paling sering ditunjukin dari variety show itu adalah makanan dan destinasi di Korea Selatan. Kalo udah bahas soal makanan korea dan tempat jalan-jalannya, beuh! jadi pengen kesana. Tirto.id pernah memuat tulisan tentang variety show korea : https://tirto.id/mencintai-korea-selatan-melalui-variety-show-coaU

Dan menghasilkan data :

  • 52 persen koresponden menyatakan bahwa program hiburan Korea membuatnya ingin jalan-jalan ke Korea Selatan
  • 70 persen koresponden menyatakan pernah membeli produk Korea

Bener banget! Mereka mengemas konsepnya bener-bener ciamik. Hiburan ada, nilai-nilai lainnya juga dapet. Sering banget variety show nunjukin makanan-makanan khas korea selatan. Bahkan para cast dari masing-masing variety show pinter banget nunjukin kalo makanan yang mereka makan itu enak! Nasi + nori aja udah keliatan enak banget, ramen juga. Soal destinasi juga gak kalah, jadi makin tau ternyata banyak, super banyak tempat-tempat di korea yang keren. Keren dari segi alamnya sampai sejarahnya. Kalo mereka lagi berkunjung ke tempat bersejarah, sejarah tempat itu bener-bener dijelasin. Literally dijelasin menarik dan uniknya gimana. Jadi bikin pengen ke Korea huhu.

Setelah ngikutin beberapa episode dari variety show di atas, saya jadi semakin melek sama Korea Selatan. Mereka dengan begitu cerdasnya bisa mengemas sebuah variety show yang identik dengan hiburan semata, justru dicampur sama nilai-nilai pendidikan, budaya, human interest bahkan pariwisata. Banyak nilai-nilai positif setelah nonton variety show tersebut. Salah satunya, ternyata belajar sejarah gak se-ngebosenin kaya di kelas kok! hehe. So, happy watching!

Anw, selanjutnya saya pengen nulis tentang drama dan Kpopnya ya. Because it makes me curious about Korean TV Production. I always wonder how they produced such a complicated program, huh?

Cheers, A!

Standard